China Membatasi Waktu Bermain Game Anak – Anak

China baru saja membatasi remaja berusia di bawah 18 tahun untuk bermain game online. Hal tersebut disampaikan oleh para Administrasi Pers serta Publikasi Nasional atau NPAA yang menunjukkan bahwa bermain video game online hanya boleh dilakukan selama tiga jam per minggunya.

Di dalam aturan yang baru dibuat itu, remaja yang usianya di bawah 18 tahun hanya boleh bermain game dalam satu jam se hari nya.

Jam tersebut mulai dari jam 8 hingga 9 malam selama akhir pekan serta hari libur resmi. Sebelumnya, pemerintah China mengizinkan remaja di bawah 18 tahun untuk bermain game selama 90 menit sehari.

Pemerintah China akan semakin khawatir mengenai dampak game bagi para kaum mudanya, seperti kesehatan mata dan mental yang memburuk hingga kecanduan game online.

Selain itu, China juga menyerukan upaya yang dilakukan untuk menghentikan kecanduan game yang digambarkan sebagai candu spiritual.

Para pengguna game online harus mendaftar dengan kartu ID atau memberikan identitas asli. Hal ini bisa dilakukan agar anak – anak tidak berbohong mengenai usia mereka.

Selain itu, perusahaan juga dilarang untuk memberikan penawaran layanan apa pun kepada anak – anak yang usianya di bawah umur pada luar jam yang telah ditentukan sebelumnya.

“Ada lebih dari 11 juta anak di bawah umur yang bermain video game di China hari ini dan kami memperkirakan batasan baru akan mengarah kepada penurunan jumlah pemain dan pengurangan jumlah waktu dan uang yang dihabiskan di permainan oleh mereka berusia di bawah 18 tahun.” Ucap Daniel Ahmad pada keterangan tertulisnya di hari Selasa 31 Agustus 2021.

Aturan baru ini jelas saja sangat berdampak kepada para industri game global yang melayani puluhan juta pemain muda di pasar game terbesar di dunia.

Karena, aturan juga bisa berlaku bagi perusahaan yang menyediakan layanan game online untuk anak – anak, akan ada pembatasan untuk melayani pengguna di luar jam yang sudah ditentukan.

Langkah yang diambil dan digunakan oleh pemerintah China saat ini juga akan berdampak pada saham kelas berat game online yang semakin mulai menurun.

Salah satunya dari saham video game online asal Eropa yaitu Ubisoft serta Embracer Group yang masing – masing turun lebih dari 2%.

Para ahli berkata bahwa larangan ini dibuat untuk melindungi kesehatan fisik dan mental anak – anak namun tidak semua orang ternyata menyetujuinya.

Yan Zhiming, seorang ayah yang berasal dari Nanjing, China Timur, mempertanyakan perlunya aturan tersebut.

“Banyak orang tua mendaftarkan anak – anak mereka dalam kursus keterampilan” katanya, mengacu pada program ekstrakulikuler olahraga dan musik.

“Jadi, si kecil tidak punya banyak waktu untuk bermain game online.” Yan berkata bahwa pengaturan waktu bermain seharusnya merupakan tanggung jawab dari orang tua.